Potret hukum dari kacamata seorang pengkhayal

Pada tanggal 19 Januari 2013, seorang advokat hebat menjadi pemateri dalam sebuah pelatihan profesi di Bandung. Di sela-sela pemberian materi, beliau bercerita mengenai keponakannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Beliau bercerita bahwa keponakannya tersebut sudah bercita-cita menjadi seorang advokat hebat karena melihat sosok dari pamannya yang terlihat memiliki semua yang didambakan anak tersebut. Dari cerita itu, beliau memberikan gambaran bahwa saat ini bidang hukum sudah tidak lagi menjadi pilihan kedua tetapi sudah menjadi bidang yang sangat diminati oleh generasi-generasi muda.

Apa yang menjadi alasan para generasi-generasi muda sekarang ini hendak memilih bidang hukum?apakah profesi-profesi hukum dapat menghasilkan materi yang berlimpah?atau berpikiran bahwa bidang hukum merupakan bidang yang harus diperbaiki dan dibenahi agar menjadi bidang yang harus kembali pada tujuannya?

pertanyaan inilah yang harus dijawab oleh calon mahasiswa fakultas hukum, karena niat seorang calon mahasiswa hukum dalam menimba ilmu akan mengiringi mahasiswa tersebut dalam mempergunakan ilmu yang di dapat dari fakultas hukum.

apabila kita melihat kondisi perkembangan masyarakat, mayoritas masyarakat beranggapan bahwa materi berlimpah merupakan sesuatu yang menjadi cita-cita hidup manusia. Hal ini lah yang sangat mempengaruhi penegakan bidang hukum. Salah seorang guru besar hukum mengatakan bahwa sekarang prinsip dari seorang advokat (salah satu profesi di bidang hukum) adalah win the case. Prinsip inilah yang kemudian berkembang di dalam niat dari para calon-calon advokat yang merupakan lulusan dari fakultas hukum. berdasarkan sejarah, dahulu prinsip dari seorang advokat adalah truth of justice, yang berarti bahwa membela seseorang untuk mendapatkan keadilan. Tapi mungkin karena adanya tekanan-tekanan ekonomi, prinsip tersebut berubah menjadi win the case yang berarti akan menghasilkan pemasukan buat orang tersebut.

potret tersebut merupakan salah satu contoh dari perubahan prinsip. Contoh lain yang menggambarkan bahwa hukum adalah bidang yang sangat diminati untuk mendapatkan materi yang berlimpah adalah banyak hakim-hakim yang sudah menggunakan “harga” untuk mengeluarkan putusan. Memang tidak semua hakim seperti itu, masih banyak pula hakim yang menjunjung tinggi kemuliaan dari seorang hakim itu sendiri yang masih berpegangan bahwa hakim merupakan seseorang yang sangat terhormat dan salah satu pilar terpenting dalam menegakkan justice.

Hal itu lah yang membuat muncul statement “hukum itu hanya untuk orang-orang yang memiliki uang”, apakah salah statement tersebut? jelas sangat keliru, karena hukum itu alat bagi semua orang tanpa melihat status,kondisi atau keadaan seseorang untuk mendapatkan keadilan. pertanyaan lebih lanjut adalah apakah orang-orang yang mengeluarkan statement itu dengan melihat kondisi saat ini salah? inilah pertanyaan yang harus direnungkan oleh semua orang yang bergerak dalam bidang hukum dan pertanyaan ini menjadi tantangan bagi seluruh sarjana-sarjana hukum yang terhormat untuk membuktikan bahwa statement tersebut keliru.

mungkin saya seorang pengkhayal yang memiliki angan-angan ingin melihat hukum kembali kepada tujuannya bukan hanya sekedar lahan yang basah bagi orang untuk mendapatkan materi yang berlimpah dengan mengesampingkan salah satu tujuan hukum yaitu KEADILAN.

Saya selalu mengingat kata-kata dari salah satu guru besar di fakultas hukum tempat saya menimba ilmu yang pernah mengatakan bahwa menerapkan hukum harus menggunakan hati nurani. Sulit memang rasanya menjalankan pesan dari guru besar tersebut dengan melihat kondisi hukum saat ini.

Mungkin inilah faktor yang sangat mempengaruhi kondisi hukum saat ini ketika hati nurani tidak lagi dijadikan prioritas dalam menegakkan hukum karena saat ini prioritasnya adalah uang yang membuat hukum itu menjadi lahan masyarakat untuk memperkaya kebutuhan duniawi. Mungkin paradigma inilah yang membentuk sistem dalam menegakkan hukum dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan hukum akan selesai apabila diselesaikan dengan uang. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa sistem yang digunakan dalam menegakkan hukum di Indonesia itu yang salah tapi apabila dicermati, sistem itu dibentuk oleh manusia-manusia  untuk menjalankan sesuatu.

Saya sering kali diberikan pesan oleh orang-orang yang telah sukses dalam bidang hukum, “jaman sekarang jangan sok-sok idealis tapi harus realistis”. Pesan tersebut yang menggambarkan bahwa pemikiran-pemikiran seorang yang memiliki mimpi untuk menjadikan hukum ke tujuannya akan berakhir menjadi seorang pecundang. benarkah seperti itu?

tapi saya masih yakin bahwa sistem yang telah dipengaruhi oleh budaya masyarakat Indonesia ini akan dapat dikembalikan kembali ke sistem penegakkan hukum yang ideal dan sesuai fungsinya. sistem ini ibarat arus yang sangat besar dan orang-orang muda adalah ikan-ikan yang berada di arus tersebut.

pertanyaan yang sempat dikeluarkan oleh wakil gubernur DKI Jakarta saat ini yaitu Ahok, “apakah kita mau menjadi ikan mati yang hanya bisa mengikuti arus?atau kita mau menjadi ikan salmon yang melawan arus dan menjadi ikan yang mahal?”. Pertanyaan ini harus dijawab oleh generasi muda berdasarkan tujuan hidupnya.

Keyakinan saya itu didasarkan dengan masih banyaknya generasi-generasi muda yang memiliki idealisme tinggi untuk mengembalikan hukum kembali ke tujuannya yang berusaha untuk memperbaiki dan membangun kembali negara ini melalui bidang hukum.

Pemikiran saya, hukum ini merupakan dasar dari kebangkitan negara ini karena Indonesia merupakan negara hukum yang sudah ditekankan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Jadi, apabila hukum telah kembali ke tujuannya maka hukum akan kembali menjadi tiang dalam membangun negara ini.

Advertisements

About satufajar

Young and Dangerous! i just try to write what on my mind and hope my blog is useful for many people!
This entry was posted in Pemikiran seorang pemuda and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s