One Man One Vote One Value

#1 PRABOWO-HATTA!

SELAMATKAN INDONESIA! BERSATU PILIH NOMOR SATU! KERJA NYATA UNTUK INDONESIA! INDONESIA BANGKIT! INDONESIA YANG BENAR-BENAR BERDAULAT!

#2 JOKOWI-JK!

SALAM DUA JARI! INDONESIA HEBAT! MEWUJUDKAN MIMPI MASYARAKAT! REVOLUSI MENTAL!

Inilah 4 orang hebat dengan segala tagline-nya yang berusaha mengambil hati masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Apapun maksud dan tujuan dari keempat orang ini, yang pasti mereka bersedia meluangkan waktu dan pikirannya untuk memikirkan segala permasalahan di Indonesia. tidak hanya itu, mereka bersedia dicaci maki, dijadikan bahan olok-olok, dan dijadikan model dari segala bentuk ekspresi kreatif dari masyarakat Indonesia. “sedih rasanya kalau kami malah menghujat salah satu dari kalian, yang sudah bersedia untuk menjadi pemimpin kami” (Pidi Baiq).

Rabu 9 Juli 2014 menjadi momen yang penting bukan hanya keempat calon pemimpin bangsa tetapi seluruh masyarakat Indonesia, memang belum dapat dipastikan siapa pemimpin yang akan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan tetapi momen ini adalah momen dimana seluruh masyarakat menggunakan hak pilihnya untuk Indonesia 5 tahun ke depan. Pada Pilpres 2014 ini hanya diikuti oleh dua pasangan calon dan dipastikan hanya dilakukan satu putaran akibat dari putusan Mahkamah Konstitusi yang memaknai Pasal 6A ayat 3 UUD 1945 bahwa tidak berlaku untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang hanya terdiri dari dua pasangan calon, karena sebelum adanya putusan ini dimungkinkan dilakukan dua putaran walaupun hanya diikuti dua pasangan calon karena amanat UUD 1945  keterpilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden, pasangan calon tersebut harus memperoleh suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pilpres dengan sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.

 

foto

 

Inilah keempat calon presiden dan wakil presiden Indonesia 2014-2019:

Prabowo Subianto, Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus yang tahun ini berusia 63 tahun.

Hatta Rajasa, Mantan Menteri Koordinator Perekonomian yang tahun ini berusia 61 tahun.

Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta yang saat ini berusia 53 tahun.

Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden yang saat ini berusia 72 tahun.

Dari keempat tokoh tersebut, Jokowi menjadi calon termuda yang membuat beliau mendapatkan nilai plus karena orang muda dianggap memiliki pemikiran yang lebih kreatif tetapi pasangannya menjadi calon tertua yang mengakibatkan adanya ketakutan dari beberapa kalangan bahwa apabila pasangan ini terpilih maka seluruh kontrol akan ada pada JK karena dari usia yang lebih tua dan memiliki pengalaman sebagai wakil presiden. Berbeda halnya dengan Pasangan Prabowo-Hatta yang memiliki usia yang tidak jauh berbeda dan sudah tidak muda lagi tetapi bukan berarti tidak ada pengaruh anak muda pada pasangan ini, karena Prabowo merekrut orang-orang muda berprestasi dan berdedikasi pada Indonesia pada saat pembentukan partai Gerindra.

Dari kedua pasangan calon ini, orang muda masih memiliki peran dalam pembangunan bangsa Indonesia jadi siapapun yang terpilih orang muda masih memiliki tempat untuk membantu membangun bangsa ini karena tanpa orang muda, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maju hanya sebagai mimpi. Seperti statement Bung Karno “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”. Dengan demikian, tepat kiranya apabila para pasangan calon ini memberikan kesempatan bagi para generasi muda untuk turut membangun bangsa ini, tetapi Jokowi pun sebagai bagian dari generasi muda sebaiknya tidak menyingkirkan orang-orang tua seperti layaknya barang yang expired.

Tokoh muda yang cukup menarik perhatian saya saat ini adalah Anies Baswedan, dimana sempat mengikuti konvensi calon presiden dari partai demokrat dan saat ini menjadi juru bicara tim kampanye Jokowi-JK. Tokoh yang sangat concern dengan pendidikan ini mungkin sangat cocok menjadi seseorang yang difokuskan untuk menangani permasalahan pendidikan di Indonesia. Jadi, siapapun presiden yang terpilih layak kah Anies Baswedan menjadi menteri pendidikan?

Pilpres 2014 menimbulkan fenomena baru diantaranya pergeseran bentuk kampanye dari pencitraan dan penokohan menjadi menghujat pasangan lain. Bentuk kampanye ini dimulai dari para pasangan calon itu sendiri yang kemudian menjadi bahan kampanye para tim sukses maupun tim relawan, yang lebih mengkhawatirkan orang-orang muda sekarang lebih senang melihat kekurangan para pasangan calon yang tidak dipilihnya dan menjadikan hal tersebut sebagai lelucon. Tetapi itu adalah hak mereka akibat dari kebebasan berpendapat manusia yang merupakan bagian dari HAM tanpa batas di Indonesia. Dalam kondisi ini saya kembali teringat pesan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama,yang inti dari pesan tersebut adalah “ada dua pilihan untuk menjalani kehidupan sekarang yang diibaratkan seekor ikan yang hanya mengikuti arus maka ikan itu hanya akan menjadi ikan yang murah tetapi kenapa kita tidak menjadi ikan salmon yang melawan arus”. Saya tidak akan menjelaskan korelasi antara pesan ini dengan kondisi sekarang, yang pasti sekarang generasi muda sudah memilih menjadi ikan salmon atau ikan yang murah?

Fenomena selanjutnya yang terjadi adalah meningkatnya partisipasi generasi muda dalam berpendapat maupun menggunakan hak pilihnya, ilustrasi yang menggambarkan fenomena tersebut, yaitu:

  1. “ada salah satu teman yang ngebelain pulang kampung cuma untuk nyoblos dan beberapa temen yang biasanya golput tahun ini semangat banget untuk nyoblos. Ini menunjukkan kalo anak muda udah melek politik dan gak apatis lagi. Golput ga menyelesaikan masalah. satu suara kita pun bisa berpengaruh banget. kalo kalian pengen caprescawapres pilihan kalian menang. ayo jangan golput. dan satu lagi, siapapun caprescawapres pilihan kalian tlg saling menghargai aja. gak perlu ngejatuhin caprescawapres lawan. lebih baik kasih kelebihan caprescawapres pilihan kalian . Tapi gak usah jadi ngumbar2 kejelekan caprescawapres lawan” (A.K)
  2. “Lebih baik diam daripada membuang tenaga menjelaskan suatu hal yg belum tentu bisa dicerna dgn baik oleh orang yg tidak mampu berpikir dgn logika dan akal sehat, yg tidak bisa menerima perbedaan, dan yg hanya mengedepankan fanatisme berlebihan” (K.Z)
  3. “Sekarang, orang kalo ditanya kenapa pilih salah satu pasangan calon pasti jawabnya malah menjelekan pasangan calon lain” (Z.S)

Tiga pendapat dari anak muda tersebut menggambarkan bahwa mulai munculnya generasi muda yang menginginkan Pemilihan Presiden yang fair  dan tidak saling menjelekan satu sama lain karena Pilpres ini bukan berbicara menang atau kalah tapi siapa yang lebih dipercaya mengemban tanggungjawab ini, It`s not about win or lose, it`s all about responsibility. Pendapat diatas juga menggambarkan kesadaran bahwa satu suara itu sangat penting untuk Indonesia 5 tahun ke depan. Semoga kesimpulan yang ditarik ini memang benar bukan semata-mata berpartisipasi dalam Pilpres hanya sebagai gaya hidup anak muda.

“ONE MAN ONE VOTE ONE VALUE” Istilah inilah yang sekarang sedang dicanangkan yang menjadi istilah kepemiluan yang muncul karena sistem noken di Papua, dimana masyarakat menyerahkan sepenuhnya suara mereka kepada kepala suku yang mengakibatkan suara dari kepala suku tersebut mewakili seluruh masyarakat adat. Sistem ini masih berlaku hanya untuk di Papua tetapi tidak dapat diberlakukan di daerah lain walaupun terdapat sistem yang hampir serupa di Nias. Terlepas dari sistem ini, satu suara itu bernilai satu!

Never regret. If it`s good it`s wonderful but if it`s bad it`s experience” (D.Z)

Setelah semua ini berakhir dan terpilihlah pemimpin bangsa, semoga tidak ada lagi statement “saya menyesal sudah memilih dia”!!! Saatnya generasi muda mengatakan “Suatu saat kekurangan pemimpin sekarang akan saya perbaiki pada saat saya memimpin bangsa!”

Tulisan ini tidak membahas mengenai visi-misi para pasangan calon, kekurangan-kelebihan para pasangan calon maupun isu-isu yang menjatuhkan para pasangan calon. Tulisan ini dimaksudkan untuk menggambarkan peran generasi muda dalam Pilpres 2014 yang sudah mulai terlihat baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Advertisements

About satufajar

Young and Dangerous! i just try to write what on my mind and hope my blog is useful for many people!
This entry was posted in Pemikiran seorang pemuda and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s