HOPE?

Finally, suara kembang api dan petasan pecah tanda berakhirnya tahun 2015 dan berawalnya tahun 2016. Semua orang sorak sorai menyambut datangnya tahun 2016. Gelak tawa dan candaan muncul diantara pesta yang sangat meriah. Memang tahun baru menjadi salah satu momentum seseorang untuk meninggalkan sesuatu yang buruk di tahun sebelumnya dan mengantarkan seseorang memiliki harapan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Apa ada yang salah? tidak pernah ada kata salah bagi harapan. Semua orang memiliki hak untuk memiliki harapan, dan pergantian tahun ini menjadi awal dari seseorang untuk mencapai harapannya.

Tahun 2016 merupakan tahun ke-27 saya hidup di dunia dimana saya sempat berpikir bahwa dunia merupakan sesuatu yang kekal. Apakah saya salah berpikir seperti itu? saya merasa saya tidak salah karena saya berpikir bagaimana saya bisa survive di dunia tanpa berpikir bahwa suatu saat saya akan meninggalkan dunia ini. Pemikiran tersebut akhirnya mulai berubah walaupun belum sepenuhnya saya dapat meninggalkan urusan dunia, yang saya pahami adalah bahwa kita menjalani hidup di dunia hanya untuk mencari bekal untuk akhirat. Dari pemikiran tersebut saya mulai menyadari bahwa saya harus menyeimbangkan kebutuhan dunia dan akhirat maka saya memiliki harapan ingin bahagia dunia dan akhirat.

Tepat beberapa jam sebelum berakhirnya tahun 2015, saya punya keyakinan bahwa saya akan memiliki sesuatu yang lebih baik di tahun 2016 nanti karena apa yang saya lakukan di tahun-tahun sebelumnya sudah mulai terlihat progress nya walaupun hasilnya belum terlihat. Optimisme saya muncul karena orang-orang khususnya orang-orang terdekat yang awalnya ragu dengan apa yang saya lakukan mulai terkikis melihat progress yang mulai terlihat. Perlu menjadi perhatian bahwa tahun demi tahun setiap pergantian tahun saya selalu memiliki harapan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Apa yang terjadi? ternyata pemikiran tersebut tidak cocok untuk saya karena saya stuck pada satu titik dimana harapan yang saya buat setiap pergantian tahun tercapai di tahun itu saya tidak mengembangkan harapan itu untuk menjadi lebih baik.

Beberapa kejadian di tahun 2015 membuat saya berpikir bahwa hidup bukan tentang MENDAPATKAN sesuatu untuk diri kita melainkan tentang MEMBUAT sesuatu untuk orang lain, pada saat itu saya berpikir untuk mendapatkan sesuatu maka pikiran saya selalu berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan sesuatu tersebut dan melupakan sesuatu yang telah saya miliki. THAT`S THE FACT!!!!

Salah satu kejadian yang merubah pola pikir saya adalah ketika orang yang sangat saya cintai  diberikan cobaan, saya berpikir bahwa salah satu penyebab dari munculnya cobaan tersebut adalah saya. Saya tidak pernah memberikan perhatian kepada beliau, saya hanya menjadi seseorang yang sangat egois dengan hanya memikirkan diri saya sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang saya harapkan. Kejadian tersebut membuat saya sangat terpukul dan akhirnya saya lari dari masalah tersebut karena saya merasa tidak mampu melewati masalah tersebut, saya hanya bisa menyesal kenapa saya tidak memberikan kasih sayang selayaknya beliau memberikan kasih sayang kepada saya. Hingga akhirnya saya sadar bahwa saya tidak boleh lari dari masalah ini, karena masalah itu muncul bukan untuk dihindari melainkan untuk dihadapi bukan hanya sekedar dijalani.

Rasa penyesalan terus menghantui saya hingga saat ini, yang entah apa yang saya bisa lakukan untuk menebus kesalahan yang saya lakukan, yang pada akhirnya saya berusaha untuk membagi waktu, pikiran dan perhatian saya untuk mendampingi beliau dan semua urusan yang sedang saya jalani. Sempat terpikir oleh saya untuk menghentikan seluruh urusan yang sudah saya mulai dan fokus memperhatikan beliau tetapi dalam beberapa kesempatan beliau selalu menyempatkan waktu untuk bertanya mengenai progress dari apa yang saya lakukan karena saya sadari bahwa beliau memiliki harapan agar saya dapat mencapai kesuksesan (walaupun saya tidak mengetahui apa itu kesuksesan dan apa ukurannya).

Ketika saya sudah menjalani dan merenungi kejadian tersebut, saya mulai berpikir bahwa yang saya jalani sekarang ternyata bukan sesuatu yang saya ingin dapatkan sebagaimana harapan saya setiap pergantian tahun, karena usaha yang saya lakukan untuk mendapatkan sesuatu itu merupakan usaha yang saya lakukan berdasarkan passion dan setiap saya berdiskusi dengan rekan atau siapapun, saya selalu mengatakan bahwa apa yang kita lakukan sebaiknya sesuai dengan passion kita, ternyata omongan saya tersebut omong kosong. Seluruh kegiatan atau kerjaan yang saya jalani sekarang bukan passion saya!!!

Saat ini saya sedang menjalani tiga aktivitas berusaha untuk menjadi seorang pengajar, menjadi wirausaha, dan menjadi konsultan hukum. Ternyata ketiga aktivitas tersebut bukan passion saya. Jadi, kenapa saya masih terus fight untuk menjalani ketiga aktivitas tersebut? karena di semua aktivitas tersebut ada mimpi-mimpi orang yang saya sayangi. Menjadi seorang pengajar merupakan mimpi dari orang tua saya, menjadi wirausaha merupakan mimpi dari sahabat saya dan mungkin ibu saya, dan menjadi konsultan hukum adalah mimpi dari ayah saya. Diantara orang-orang yang saya sebutkan tadi terdapat seseorang yang (mungkin) memiliki keinginan atau harapan atau bahkan mimpi agar saya dapat menjadi pengajar, wirausaha, dan konsultan hukum. Dengan demikian, muncullah fighting spirit dalam diri saya untuk terus berjuang dan bertahan karena sekarang saya memiliki tujuan yaitu merealisasikan mimpi-mimpi mereka. Hal yang saya pelajari adalah segala sesuatu itu harus ada tujuan, dari hal kecil sekalipun harus memiliki tujuan. Tujuan itu bukan hanya berarti kita melakukan sesuatu dengan tidak tulus karena membahagiakan seseorang pun merupakan tujuan yang (mungkin) mulia. Ketika kita tidak memiliki tujuan, saya rasa kita tidak akan mengambil makna dari apa yang kita lakukan dan kita tidak akan mengetahui apa yang kita lakukan.

Disamping itu, terdapat satu harapan dari beliau yaitu saya dapat menikah secepatnya. Harapan itu bukan hanya harapan beliau tetapi saya pun memiliki harapan yang sama. Apa yang bisa saya lakukan untuk memenuhi harapan beliau dan diri saya sendiri? saya tidak tahu pasti. Sepengetahuan saya, saya hanya butuh satu pekerjaan tetap untuk dapat bisa memenuhi harapan beliau dan diri saya. Ternyata pemikiran saya kurang tepat, saya terlalu fokus membagi waktu saya untuk seluruh pekerjaan yang saya jalani tanpa memikirkan orang-orang di sekeliling saya.

FSD-Slider.-FamilySmilingjpg-980x360

Tapi apa yang saya lakukan membuat saya mengenal diri saya sendiri, saya jadi menyadari bahwa saya bukan orang yang menyenangkan. Dan yang paling fatal adalah saya berpikir apa yang saya lakukan untuk orang-orang di sekeliling saya ternyata in fact, saya hanya memikirkan diri saya sendiri. Saya tidak memberikan kasih sayang kepada orang-orang terdekat saya. Apa yang saya lakukan sekarang? saya tidak tahu pasti, yang terpikir dalam hati dan pikiran saya hanya satu menjadi orang yang lebih peduli terhadap orang-orang terdekat saya. Presentase pembagian waktu saya bukan lagi pembagian waktu untuk urusan kerjaan tetapi yang utama membagi waktu untuk orang-orang terdekat saya dan waktu untuk memenuhi mimpi mereka.

Di tahun 2016 ini, saya hanya memiliki harapan untuk dapat menjadi orang yang dapat memberikan perhatian, kepedulian, dan kasih sayang kepada orang-orang terdekat karena saya memiliki TUJUAN untuk membahagiakan mereka.

Kesalahan saya ini (mungkin) dapat dijadikan referensi bagi generasi muda agar dapat lebih memikirkan dan peduli terhadap orang-orang disekelilingnya khususnya orang-orang terdekatnya. Jangan dulu berbicara tentang merubah atau mengomentari negara atau bahkan merasa yang paling mengetahui tentang negara. Pikirkan dulu orang-orang di sekeliling. Dan yang terpenting saya selalu meyakini bahwa apa yang kita lakukan harus ada tujuannya, tujuan itu bukan sekedar apa yang akan kita dapat tetapi senyum dari orang-orang disekeliling dan merasa kita bisa menjadi orang yang menyenangkan bagi mereka dapat dikatakan sebagai tujuan.

Hope-593x348

HARAPAN? semua berawal dari sana.

 

 

 

Advertisements

About satufajar

Young and Dangerous! i just try to write what on my mind and hope my blog is useful for many people!
This entry was posted in coretan seorang anak and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s